Kiat Mencari dan
Mengembangkan Ide Tulisan
Banyak orang merasa tidak punya
ide untuk menulis. Nah, bagaimana tips mencari ide? Dan bagamana
pengembanganya?
1. Ide Tidak Dicari, tetapi
Dijemput
Dunia ini luas, berarti porsi
menemukan ide pun banyak. Kalau perlu tidak usah dicari, ia hanya dijemput.
Apa bedanya mencari dan menjemput
ide?
Mencari berarti membutuhkan
pemikiran serius. Kalau menjemput hanya menerima. Dalam bahasa lain, menjemput
= mendapatkan.
Seorang penulis itu sangat peka
apabila melihat fenomena. Ketika ia mendengar sesuatu, langsung mendapatkan
ide. Contoh: Saat ikut pengajian, ada ilmu baru. Maka saat itulah muncul ide
untuk menuliskannya kembali.
Ketika melihat fenomena, muncul
ide baru. Contoh: Ketika bepergian, ada pemandangan yang indah, maka ada niat
untuk menceritakannya.
Ketika membaca, nampak ada ide
yang baru. Contoh: Saat membaca buku, tiba-tiba tidak sepakat dengan pemaparan
penulis. Maka saat itu ada ide untuk memberi kritikan terhadap penulis buku
tersebut.
Ketika diskusi, ada ide baru lagi.
Contoh: Setelah bercakap-cakap dengan teman, mereka semua galau. Maka saat itu
muncul ide bagaimana memberikan mereka semangat. Dst.
Sehingga, secara praktis untuk
menjemput ide, jangan menyia-nyiakan sebuah fenomena yang ada. Apa yang kita
lihat, tulislah. Sekalai lagi ditulis.
Didengar, tulis jika itu kebaikan.
Catat di notes HP. Semua ini merupakan ladang ide yang sangat melimpah. Masya
Alloh.
Bahkan, ada seorang penulis yang
tatkala ia mengendarai motornya. Tiba-tiba ada ide muncul, nah saat itu ia
segera memberhentikan motornya. Lalu, menuliskan ide tersebut pada notes di
HP-nya.
Karena kalau tidak ditulis, akan
cepat lupa. Otak kita terbatas penampungannya. Apabila tidak segera ditulis,
akan cepat hilang begitu saja.
2. Ambil Hikmah dari Setiap
Peristiwa
Saat kita melihat sebuah fenomena,
kejadian, atau apapun, jangan hanya
melihatnya selayang pandang saja, lalu mengacuhkannya.
Dalam setiap peristiwa pasti
terkandung sebuah hikmah yang tidak setiap orang dapat mengungkapkannya.
Tidak terkecuali, sebuah musibah
pasti menyimpan hikmah yang dapat kita jadikan bahan tulisan. Sebahai pelipur
lara dan solusi.
Contoh: Saat melihat banyaknya
musibah pacaran di kalangan anak muda. Bahkan itu terjadi pada sahabat kita
terdekat, nah saat itulah muncul kepekaan, kegelisahan, untuk kemudian
menuliskan makna sebuah cinta yang halal. Bukan yang harom seperti pacaran.
3. Ide Cinta
Yang paling menarik dari semua
kalangan adalah tema beraroma cinta. Siapa yang mau mengelakkan ihwal ini?
Yang tua pun suka dengan tema
cinta, misalkan cinta kepada Alloh azza wa jalla. Bagaimana membangun cinta
sholat malam, dll.
Ini bisa dikembangkan
terus-menerus.
Yang muda, apalagi. Tema pacaran
yang harom, nikah, persahabatan, ini termasuk tema-tema laris untuk dinikmati
kalangan mereka. Kenapa? Karena semua bermuatan cinta.
Maka, jangan ragu lagi. Jika ingin
menulis, cobalah mengupas tema-tema cinta.
4. Mulai dari Kegiatan yang
Disukai
Kalau senang dengan dunia memasak,
mulailah dengan ide memasak. Berkreatiflah. Siapa tahu punya ide masakah yang
lebih nikmat. Maka setelah itu jadikanlah ide itu sebagai tulisan.
Kalau profesi saat ini adalah
pendidik (guru), maka cobalah menjemput ide dari dunia pendidikan ini. Adanya
siswa, guru-guru, mata pelajaran, semua adalah cerita menarik untuk dikisahkan.
Jangan berhenti menangkap ide yang begitu banyak. Berikanlah antusisme pada
diri untuk tidak melupakan momentum-momentum indah dalam pekerjaan.
Dan jika status hari ini seorang
da'i, maka tentunya ide dalam profesi ini lebih banyak. Karena masalah manusia
itu banyak, kompleks. Dan butuh solusi yang banyak pula. Maka jangan kekeringan
ide. Ikhlaskan niat untuk mengembangkan ide-ide dalam dakwah.
5. Mencermati yang Diinginkan
Manusia
Coba tanya orang-orang di
lingkungan sekitar kita, apa yang mereka inginkan?
1. Orang ingin sholeh -->
idenya tulisan agama
2. Orang ingin sehat --> idenya
tulisan penyembuhan, herbal, pencegahan
3. Orang ingin cerdas -->
idenya tulisan pengembangan diri, motivasi
4. Orang ingin terinspirasi -->
idenya tulisan kisah nyata inspiratif, artikel membangun
5. Orang ingin punya uang -->
idenya tulisan bisnis, wirausaha
Dan masih bayak lagi. Intinya
semakin jeli dalam melihat situasi sekitar, maka insya Alloh ide tidak akan
kekeringan.
***
Nah, sekarang jika sudah menemukan
ide, apa kegiatan selanjutnya?
Yah, langsung menulis.
Apakah menulis judulnya dulu atau
isinya dulu?
Relatif.
Sebagai saran, tulis isinya saja
dulu. Nanti judulnya belakangan. Mengapa? Karena menulis judul ada caranya agar
menarik, yang membuat orang penasaran membaca isinya. Olehnya itu, terlebih
dahulu buatlah isi tulisannya. Lalu judulnya.
Insya Alloh pertemuan berikut akan
dibahas bagaimana memulai tulisan agar lebih mudah.
Kali ini dibocorkan langsung
bagaimana membuat judul yang menarik.
Bagaimana caranya?
Ketahuilah, judul tulisan adalah
pertempuran 4 detik. Artinya? Pembaca hanya butuh waktu 4 detik untuk menilai
tulisan kita menarik atau tidak. Dan jika pembaca merasa judulnya tidak
menarik, maka ia akan pindah ke tulisan lain.
Nah, menantang, kan?!
Olehnya itu, berikut adalah
tipsnya ketika menulis judul:
1. Judul ada Unsur Rahasianya
Contoh:
-Apa Isi Flashdisk Ustadz
Dzulqarnain?
-Doa Nabi untuk Para Ummatnya
2. Dramatis
Contoh:
-Puluhan Ahlussunnah di Serang
Syiah di Yaman
-Dulu Ahli Bid'ah, Kini Pendakwah
Tauhid
3. Lugas
Contoh:
-ISIS Berdusta
-Akhwat Kaget karena Ledakan
Petasan yang Keras
4. Unik
Contoh:
-Abdullah Membuat Jubah dalam
Sejam
-Seekor Sapi Terjual Rp 1 Miliar
5. Menonjolkan Konteks
Cntoh:
-Salafy
-Ustadz Khidir
6. Deskriptif
Contoh:
-Syi'ah Terancam Punah
-Zubair: Jangan Takut Sama Musuh!
7. Judul Bertanya
Contoh:
-Puasa Arafah dan Lebaran, Ikut
Indonesia atau Arab Saudi?
-Inikah Wanita yang Diancam
Neraka?
-Imam as-Sudais Nakal?
8. Kalimat Thoyyibah dan Bombastis
Contoh:
-Masya Alloh ... Para Santri
Ponpes As-Sunnah Sibuk Menghafal Qur'an
-Subhanalloh, Dibalik Musibah Ada
Hikmah
Alhamdulillah, inilah 8 tips
membuat judul artikel agar menjadi magnet buat pembaca.
Bagaiman cara membuat seperti
judul di atas?
1. Baca secara utuh isi artikel.
2. Biasanya lebih menarik jika
mengutip dari kalimat langsungnya.
3. Kedepankan hikmah dari isi
naskah.
4. Tulisalah judul secara khusus,
bukan umum. Contoh: "Kisah Anak dan Ibu". Akan lebih menarik jika,
"Kisah Abdulloh dan Ibunya yang Penyayang".
5. Sering-seringlah membaca judul
buku, artikel, dll. Karena akan datang inspirasi baru
Semoga materi hari ini memberikan
manfaat kepada kita semua.