Jumat, 24 April 2015

Materi III

Kiat Mencari dan Mengembangkan Ide Tulisan


Banyak orang merasa tidak punya ide untuk menulis. Nah, bagaimana tips mencari ide? Dan bagamana pengembanganya?

1. Ide Tidak Dicari, tetapi Dijemput

Dunia ini luas, berarti porsi menemukan ide pun banyak. Kalau perlu tidak usah dicari, ia hanya dijemput.

Apa bedanya mencari dan menjemput ide?

Mencari berarti membutuhkan pemikiran serius. Kalau menjemput hanya menerima. Dalam bahasa lain, menjemput = mendapatkan.

Seorang penulis itu sangat peka apabila melihat fenomena. Ketika ia mendengar sesuatu, langsung mendapatkan ide. Contoh: Saat ikut pengajian, ada ilmu baru. Maka saat itulah muncul ide untuk menuliskannya kembali.

Ketika melihat fenomena, muncul ide baru. Contoh: Ketika bepergian, ada pemandangan yang indah, maka ada niat untuk menceritakannya.

Ketika membaca, nampak ada ide yang baru. Contoh: Saat membaca buku, tiba-tiba tidak sepakat dengan pemaparan penulis. Maka saat itu ada ide untuk memberi kritikan terhadap penulis buku tersebut.

Ketika diskusi, ada ide baru lagi. Contoh: Setelah bercakap-cakap dengan teman, mereka semua galau. Maka saat itu muncul ide bagaimana memberikan mereka semangat. Dst.

Sehingga, secara praktis untuk menjemput ide, jangan menyia-nyiakan sebuah fenomena yang ada. Apa yang kita lihat, tulislah. Sekalai lagi ditulis.

Didengar, tulis jika itu kebaikan. Catat di notes HP. Semua ini merupakan ladang ide yang sangat melimpah. Masya Alloh.

Bahkan, ada seorang penulis yang tatkala ia mengendarai motornya. Tiba-tiba ada ide muncul, nah saat itu ia segera memberhentikan motornya. Lalu, menuliskan ide tersebut pada notes di HP-nya.

Karena kalau tidak ditulis, akan cepat lupa. Otak kita terbatas penampungannya. Apabila tidak segera ditulis, akan cepat hilang begitu saja.


2. Ambil Hikmah dari Setiap Peristiwa

Saat kita melihat sebuah fenomena, kejadian, atau apapun,  jangan hanya melihatnya selayang pandang saja, lalu mengacuhkannya.

Dalam setiap peristiwa pasti terkandung sebuah hikmah yang tidak setiap orang dapat mengungkapkannya.

Tidak terkecuali, sebuah musibah pasti menyimpan hikmah yang dapat kita jadikan bahan tulisan. Sebahai pelipur lara dan solusi.

Contoh: Saat melihat banyaknya musibah pacaran di kalangan anak muda. Bahkan itu terjadi pada sahabat kita terdekat, nah saat itulah muncul kepekaan, kegelisahan, untuk kemudian menuliskan makna sebuah cinta yang halal. Bukan yang harom seperti pacaran.


3. Ide Cinta

Yang paling menarik dari semua kalangan adalah tema beraroma cinta. Siapa yang mau mengelakkan ihwal ini?

Yang tua pun suka dengan tema cinta, misalkan cinta kepada Alloh azza wa jalla. Bagaimana membangun cinta sholat malam, dll.

Ini bisa dikembangkan terus-menerus.

Yang muda, apalagi. Tema pacaran yang harom, nikah, persahabatan, ini termasuk tema-tema laris untuk dinikmati kalangan mereka. Kenapa? Karena semua bermuatan cinta.

Maka, jangan ragu lagi. Jika ingin menulis, cobalah mengupas tema-tema cinta.


4. Mulai dari Kegiatan yang Disukai

Kalau senang dengan dunia memasak, mulailah dengan ide memasak. Berkreatiflah. Siapa tahu punya ide masakah yang lebih nikmat. Maka setelah itu jadikanlah ide itu sebagai tulisan.

Kalau profesi saat ini adalah pendidik (guru), maka cobalah menjemput ide dari dunia pendidikan ini. Adanya siswa, guru-guru, mata pelajaran, semua adalah cerita menarik untuk dikisahkan. Jangan berhenti menangkap ide yang begitu banyak. Berikanlah antusisme pada diri untuk tidak melupakan momentum-momentum indah dalam pekerjaan.

Dan jika status hari ini seorang da'i, maka tentunya ide dalam profesi ini lebih banyak. Karena masalah manusia itu banyak, kompleks. Dan butuh solusi yang banyak pula. Maka jangan kekeringan ide. Ikhlaskan niat untuk mengembangkan ide-ide dalam dakwah.


5. Mencermati yang Diinginkan Manusia

Coba tanya orang-orang di lingkungan sekitar kita, apa yang mereka inginkan?

1. Orang ingin sholeh --> idenya tulisan agama

2. Orang ingin sehat --> idenya tulisan penyembuhan, herbal, pencegahan

3. Orang ingin cerdas --> idenya tulisan pengembangan diri, motivasi

4. Orang ingin terinspirasi --> idenya tulisan kisah nyata inspiratif, artikel membangun

5. Orang ingin punya uang --> idenya tulisan bisnis, wirausaha

Dan masih bayak lagi. Intinya semakin jeli dalam melihat situasi sekitar, maka insya Alloh ide tidak akan kekeringan.

***

Nah, sekarang jika sudah menemukan ide, apa kegiatan selanjutnya?

Yah, langsung menulis.

Apakah menulis judulnya dulu atau isinya dulu?

Relatif.

Sebagai saran, tulis isinya saja dulu. Nanti judulnya belakangan. Mengapa? Karena menulis judul ada caranya agar menarik, yang membuat orang penasaran membaca isinya. Olehnya itu, terlebih dahulu buatlah isi tulisannya. Lalu judulnya.

Insya Alloh pertemuan berikut akan dibahas bagaimana memulai tulisan agar lebih mudah.

Kali ini dibocorkan langsung bagaimana membuat judul yang menarik.

Bagaimana caranya?

Ketahuilah, judul tulisan adalah pertempuran 4 detik. Artinya? Pembaca hanya butuh waktu 4 detik untuk menilai tulisan kita menarik atau tidak. Dan jika pembaca merasa judulnya tidak menarik, maka ia akan pindah ke tulisan lain.

Nah, menantang, kan?!

Olehnya itu, berikut adalah tipsnya ketika menulis judul:

1. Judul ada Unsur Rahasianya

Contoh:
-Apa Isi Flashdisk Ustadz Dzulqarnain?
-Doa Nabi untuk Para Ummatnya

2. Dramatis

Contoh:
-Puluhan Ahlussunnah di Serang Syiah di Yaman
-Dulu Ahli Bid'ah, Kini Pendakwah Tauhid

3. Lugas

Contoh:
-ISIS Berdusta
-Akhwat Kaget karena Ledakan Petasan yang Keras

4. Unik

Contoh:
-Abdullah Membuat Jubah dalam Sejam
-Seekor Sapi Terjual Rp 1 Miliar

5. Menonjolkan Konteks

Cntoh:
-Salafy
-Ustadz Khidir

6. Deskriptif

Contoh:
-Syi'ah Terancam Punah
-Zubair: Jangan Takut Sama Musuh!

7. Judul Bertanya

Contoh:
-Puasa Arafah dan Lebaran, Ikut Indonesia atau Arab Saudi?
-Inikah Wanita yang Diancam Neraka?
-Imam as-Sudais Nakal?

8. Kalimat Thoyyibah dan Bombastis

Contoh:
-Masya Alloh ... Para Santri Ponpes As-Sunnah Sibuk Menghafal Qur'an
-Subhanalloh, Dibalik Musibah Ada Hikmah

Alhamdulillah, inilah 8 tips membuat judul artikel agar menjadi magnet buat pembaca.

Bagaiman cara membuat seperti judul di atas?

1. Baca secara utuh isi artikel.
2. Biasanya lebih menarik jika mengutip dari kalimat langsungnya.
3. Kedepankan hikmah dari isi naskah.
4. Tulisalah judul secara khusus, bukan umum. Contoh: "Kisah Anak dan Ibu". Akan lebih menarik jika, "Kisah Abdulloh dan Ibunya yang Penyayang".
5. Sering-seringlah membaca judul buku, artikel, dll. Karena akan datang inspirasi baru


Semoga materi hari ini memberikan manfaat kepada kita semua.

Kamis, 23 April 2015

Materi II

Bahasa Indonesia Untuk Penulisan

Sebagai penulis, kita harus paham soal bahasa. Karena mempelajari bahasa, tulisan kita akan  terlihat rapi, sejuk, dan terlihat mantap.

Namun, sebelum kita lihat apa-apa saja pembelajarannya. Perlu kita pahami bahwa saat mulai menulis, jangan "terlalu" sibuk mengoreksi bahasa. Jalan saja dulu, nanti naskah kita sampai diujung, nah baru diedit, ditata ulang jika ada yang salah.

Sebab, sebagian orang kadang lama menulis, bahkan buntu di tengah jalan, kenapa? Karena sibuk memperbaiki bahasa, padahal seorang penulis itu "menumpahkan" segala pikirannya dulu. Nanti belakangan koreksinya.

Nah, untuk itu, dalam sesi ini, kita sejenak melihat, dan memahami beberapa bahasa untuk penulisan. Sekali lagi, kalau sudah mulai menulis, jangan terlalu sibuk pada point-point ini.

1. Pentingnya Tanda Koma (,)

Kapan digunakan tanda koma? Kalau kita melihat buku pedoman EYD. Tanda koma banyak penempatannya.

Tapi, kali ini kita tidak berkutat pada yang banyak itu. Kita hanya fokuskan yang sering digunakan saat menulis.

a. Tanda koma dipakai merinci atau membilang.

Contoh: Saya menjual quran, herbal, dan pakaian.

[Catatan: dengan koma sebelum "dan"]

b. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti , tetapi, dan melainkan .

Contoh: Saya bergabung dengan group WA, tetapi tidak aktif lagi.

c. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat.

Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula , meskipun begitu, akan tetapi.

Contoh:
Oleh karena itu, kamu harus ikut "Pelatihan Menulis Artikel".

d. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.

Contoh:
Kalau hari Jum'at, saya akan Puasa Arafah.

Na'am. Nah, itulah 4 penempatan koma yang paling sering digunakan. Namun, ada cara paling gampang dalam menaruh tanda koma.

Apa itu?

Pola nafas. Kapan kita membaca, kemudian kita mengambil jeda sedikit (nafas kita seolah-olah berhenti sejenak mengambil jeda), maka di situlah ada tanda koma (,).

Misalkan: Jika saya berhasil menulis artikel (berhenti sejenak), maka saya insya Alloh bisa memperbaiki orang-orang dengan aktivitas ini.


2. Tanda Titik (.)

Sederhanya apabila ia bukan bentuk pertanyaan atau seruan, maka ia pasti memakai titik.

Contoh: Saya suka baca buku.

Sedikit informasi, ingat, setiap menuliskan tanda titik, maka ada spasi 1 kali.

Penulisan yang salah: Saya suka menulis buku.Adapun....

Perhatikan antara tanda titik dan huruf (A) pada kata "adapun", di sana tidak ada spasi. Ini salah.

Penulisan yang benar: Saya suka menulis buku. Adapun ....


3. Tanda Titik Dua (:)

Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau perincian.

Contoh:
Untuk menulis, kita memerlukan: pena, kertas, dan keistiqomahan.


4. Tanda Elipsis (...)

Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus, misalnya untuk mengambil jeda yang lama dalam membaca.

Contoh: Masya Alloh ... ini adalah teguran buat kita semua.

Biasanya orang yang membaca kalimat seperti di atas, akan lebih mengambil hikmah. Karena adanya jeda yang lama.


5. Tanda Petik ("...")

Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.

Contoh:

"Saya belum siap menikah, Usatdz," kata Abdullah, "tunggu persetujuan orangtuaku dulu!"

Alloh azza wa jalla berfriman, "Wahai orang-orang beriman ...."

Setelah tanda petik, langsung menggunakan huruf kapital (besar).

Larangan keras, jangan sampai pada ujung kalimat langsung terdapat 2 tanda baca.

Penulisan yang salah: "Apa kabar?".
Penulisan yang benar: "Apa kabar?"

Jika sudah menggunakan tanda tanya, maka itu sudah pengganti tanda titik. Jadi, jangan double, yah.


6. Tulisan Dimiringkan

Kapan tulisan dimiringkan? Paling sederhananya adalah ketika kata itu tidak ada di dalam kamus Bahasa Indonesia (KBBI). Seperti Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Daerah, Bahasa Gaul/Slang, dll, semua ini dimiringkan.

Seperti kata dalam dalam Bahasa Inggris: 'book', 'home', dll.

Dalam Bahasa Daerah Makassar: 'antekamma', dll.

Dalam Bahasa Gaul/Slang: 'kepo', 'agan', dll.


7. Partikel

Ada beberapa partikel yang sering muncul dalam penulisan.

a. Partikel lah, kah, dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh: Apakah dia sepakat dengan saya?

b.  Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Contoh: Sahabat saya pun pergi.

Kecuali, 'pun' yang telah melengket selamanya, seperti:
- adapun
- andaipun
- akanpun
- ataupun
- bagaimanapun
- biarpun
- nianpun
- kalaupun
- kendatipun
- maupun
- meskipun
- namunpun
- sekalipun
- sungguhpun
- walaupun.


8. Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan -nya

Kata ganti -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh:
-Qur'anmu sangat bagus.
-Kupatahkan ranting pohon di dekat rumah.


9. Tidak Ada Spasi antara Huruf Akhir dengan Tanda Baca (Titik, Koma, Tanda Seru, Tanda Tanya, Tanda Titik Dua, dll)

Penulisan yang salah: Apa kabar ?
Penulisan yang benar: Apa kabar?

Penulisan yang salah: Tidak boleh berbuat syirik .
Penulisan yang benar: Tidak boleh berbuat syirik.

Penulisan yang salah --> Di dalam tas saya terdapat : buku ,pena ,dan penghapus.
Penulisan yang benar -->  Di dalam tas saya terdapat: buku, pena, dan penghapus.

***

Alhamdulillah, inilah 9 point yang kerapkali diperlukan dan dipahami saat menulis. Silahkan diamalkan pelan-pelan, sedikit demi sedikit, suatu saat insya Alloh teori ini akan menjadi pengindah tulisan kita. Agar mudah dipahami oleh pembaca.